Dielu-elukan Fans Napoli, Diego Maradona: Lionel Messi Tak Bisa Jadi Legenda Di San Paolo

Dielu-elukan Fans Napoli, Diego Maradona: Lionel Messi Tak Bisa Jadi Legenda Di San Paolo

Diego Maradona mengomentari Lionel Messi yang begitu diagung-agungkan kedatangannya di kota Naples, Italia saat laga Napoli vs Barcelona. Legenda hidup Argentina itu menganggap Messi tak akan mungkin bisa meniru dirinya sukses berkarier di Italia.

Messi bersama Barcelona tuk kali pertama datang ke San Paolo, markas Napoli untuk melakoni laga leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (26/2/2020). Sayang, di laga tersebut, Barca harus puas dengan hasil imbang 1-1, dimana Messi tak mampu mencetak gol dan mengkreasikan assist.

Meski demikian, datang ke kota Naples, Messi langsung disama-samakan dengan legenda sepakbola di kota tersebut, yakni Diego Maradona. La Pulga disebut titisan sang legenda.

Maradona pun angkat suara terkait hal itu. Seperti biasa, ia langsung nyinyir dan mengatakan bahwa Messi sampai kapanpun tidak akan bisa menyamai apa yang sudah ia lakukan di Napoli dan liga Italia.

“Messi datang ke San Paolo dengan kondisi kemunduran. Messi belum layak disamakan dengan saya karena ia belum menjalani kehidupan seperti saya di Napoli. Leo mungkin saja akan bermain luar biasa di Naples, tapi dia tidak akan bisa menyamai apa yang sudah lakukan. Mari perjelas soal itu.” sesumbar Maradona seperti dilansir dari AS.

“Saya tidak masalah orang-orang di Naples memiliki Messi, tapi San Paolo masih milik Diego.” tegasnya.Sebagai informasi, Maradona berseragam Napoli dari 1984 hingga 1991 pasca hengkang dari Barcelona. Semasa berkostum Il Partenopei, Maradona mampu mempersembahkan dua gelar juara Serie A Italia, Piala Super Italia, Coppa Italia dan Piala UEFA. Total, si pemilik gol ‘Tangan Tuhan’ tersebut membukukan 259 penampilan dengan sumbangan 115 gol.

Ini Alasan Persita Tangerang Pilih Maskot Tim promosi Liga 1 2020 Ayam Wareng

Liga Indonesia – Tim promosi Liga 1 2020, Persita Tangerang baru saja merilis jersey terbaru mereka untuk musim debut mereka di kompetisi teratas sepakbola Indonesia. Di sesi perkenalan jersey baru ini, tim Pendekar Cisadane sekaligus memperkenalkan maskot baru mereka, Ayam Wareng.

Maskot baru ini sekaligus akan menggantikan maskot lama, Mat Peci. Menurut Presiden klub, Ahmed Rully Zulfikar, pemilihan Ayam Wareng sebagai maskot baru tim adalah sebagai upaya manajemen untuk menjadikan Persita sebagai klub yang kian profesional.

“Sejarah tidak akan bisa kami tinggalkan. Tapi kami mau menatap ke masa depan. Persita adalah klub profesional.” ucap Ahmed yang merupakan adik kandung dari Bupati Tangerang seperti dilansir dari redaksi24.

Sebagai informasi, Ayam Wareng sendiri merupakan ikon kabupaten Tangerang sejak tiga tahun lalu. Ayam Wareng adalah ayam yang berbadan pendek (kate), berbulu hitam pekat dan saat ini keberadaannya sudah sangat langka.

Kembali ke Persita, sejak berdiri tahun 1953, baru pada Liga 1 2020, Persita diketahui melakukan perubahan logo. Logo baru tersebut sudah diperlihatkan di sesi Launching Persita yang digelar Rabu (26/2/2020) malam WIB.

Keberhasilan mereka menjadi runner-up Liga 2 sekaligus promosi ke Shopee Liga 1 2020 mendorong manajemen Pendekar Cisadane tuk menjadikan hal tersebut sebagai momentum perubahan

Olympique Lyon Jadi Tim Pertama yang Putus Tren Gol Ronaldo di Tahun 2020

Olympique Lyon berhasil menjadi tim yang memutus tren mencetak gol Cristiano Ronaldo di tahun 2020 ini. Karena kesigapan Lyon meredam pemain asal Portugal itu, Juventus pun dibuat keok dengan skor 1-0 pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2) di  Groupama Stadium.

Sebelum dimatikan oleh Lyon, Ronaldo terhitung sangat tajam sejak pergantian tahun ini. Dari 11 pertandingan yang Juventus lakoni di semua kompetisi, Ronaldo tak pernah absen mencetak gol, ia bahkan bisa melesakkan 13 gol dan memecahkan rekor legenda Fiorentina, Gabriel Batistuta setelah mampu membuat gol di 9 laga beruntun di serie A Italia.

Menghadapi skuad besutan Rudi Garcia, Ronaldo yang bermain sebagai winger kiri tampil dibawah rata-rata. Sepanjang 90 menit berada di atas lapangan, pesepakbola 35 tahun itu hanya bisa melepaskan 4 tembakan tanpa ada satupun yang on target. Ia juga hanya sekali memenangkan duel dan tercatat hanya 52 kali bisa melakukan sentuhan bola.

Karena buruknya penampilannya di laga kontra Lyon, situs pemeringkat Whoscored sampai memberikan Ronaldo rating 6, terendah bersama dua pemain Juventus lainnya, yakni Wojciech Szczęsny dan Federico Bernardeschi.

Lyon sendiri kini memiliki peluang lolos ke babak perempatfinal jika mampu bermain imbang tanpa gol di leg kedua yang bakal dilangsungkan di Allianz Stadium, 18 Maret 2020 mendatang. Lyon juga masih bisa lolos jika hanya kalah 2-1  karena memiliki keunggulan agresivitas gol tandang.

Eks Arsenal, Thierry Henry: Lelah Lihat Liverpool di Liga Inggris

Eks Arsenal, Thierry Henry mengenal betul intensitas tinggi yang kerap ditampilkan di Premier League. Meski demikian, dia masih merasa lelah setiap menyaksikan Liverpool bermain.

Musim ini Liverpool berada di puncak klasemen dengan selisih poin yang fantastis. Hingga pekan 27, Liverpool sudah mengemas 79 poin dan membentangkan 22 poin dari Manchester City di peringkat kedua.

Banyak pihak kemudian menilai jika persaingan di Premier League telah mengalami penurunan. Namun Henry membantah hal itu. Ia menyebut persaingan ketat masih terjadi bahkan ia selalu kelelahan saat melihat Liverpool beraksi di lapangan.

“Intensitasnya dan ritme yang anda rasakan di Premier League, rasanya sangat tinggi.

“Anda lihat, saat anda menyaksikan Liverpool, bahkan hanya dengan menyaksikan mereka bermain, anda merasa lelah. Mereka bergerak dengan sangat cepat,” Henry seperti dikutip dari Metro.Tidak hanya Liverpool, Henry menyebut jika intensitas tinggi juga diperlihatkan oleh Manchester City. Tekanan besar membuat mereka harus bekerja keras di setiap pertandingan.

“Saat Anda ke Manchester City, sebelum anda melihat mereka bermain, sudah ada tekanan terhadap Anda.

“Jika anda mengontrol bola, akan ada tiga pemain yang siap mengelilingi Anda. Intensitas Premier League sangat besar sekali,” pungkasnya

Belum Mau Teken Kontrak Baru, Marc-Andre Ter Stegen Berikan Kalimat Berkelas!

Kontrak Marc-Andre Ter Stegen hanya tersisa 2,5 tahun lagi. Meski demikian, Ter Stegen merasa tak perlu buru-buru untuk membicarakan soal perpanjangan kontrak.

Ter Stegen punya kontrak di Barcelona hingga 20 Juni 2022 mendatang. Football Espana melaporkan bahwa manajemen tim Catalan sejatinya sudah sedari awal tahun 2020 kemarin berniat membuka ruang negosiasi untuk kontrak baru kiper asal Jerman tersebut.

Blaugrana bahkan sudah angkat bicara soal pentingnya mereka segera menyelesaikan perpanjangan kontrak Ter Stegen. Pasalnya, kiper berusia 27 tahun itu diketahui sedang diincar oleh tiga klub raksasa Eropa semacam Juventus, Paris Saint Germain dan Bayern Munchen.Barcelona tentu tidak mau melepas kiper utamanya itu dalam waktu dekat. Rencananya, manajemen Los Azulgrana bakal menyodorkan kontrak baru kepada Ter Stegen hingga 2025 mendatang plus kenaikan gaji yang signifikan.

Walau demikian, Ter Stegen mengakui dirinya tetap rileks dan merasa tak dikejar waktu soal perpanjangan kontrak. Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan soal kontrak baru karena ia ingin fokus terhadap targetnya di Barcelona musim 2019/2020 ini.

“Kontrak saya di Barcelona saat ini menyisakan dua tahun lagi. Saya dan keluarga sejauh ini merasa senang tinggal disini. Kami merasa seperti berada di rumah sendiri.” ungkap Ter Stegen dilansir dari Marca.

“Saya pribadi ingin melanjutkan kerjasama dengan Barcelona, dan saat ini sudah ada pembahasan soal pembaharuan kontrak, tapi saya tidak mau buru-buru untuk melakukannya, sebab saya ingin fokus terhadap tugas saya musim ini.” tegasnya.

“Pekan ini kami akan menghadapi pekan krusial dan kami ingin meraih kemenangan. Saya akan menyerahkan masalah kontrak ini ke agen, dia adalah sosok yang berdedikasi untuk hal seperti ini. Dan ia akan memberikan semua informasi yang saya butuhkan.” tutup Ter Stegen.

pekan ke-23 Bundesliga Jerman, Bayern Munchen vs Paderborn

Lini belakang Bayern Munchen akan mendapatkan ujian berat saat menjamu Paderborn di Allianz Arena, Sabtu (22/2/2020) dinihari WIB dalam lanjutan pekan ke-23 Bundesliga Jerman.

Absennya para pilar Die Roten di sektor pertahanan memaksa pelatih Hans-Dieter Flick berpikir keras untuk menentukan komposisi pemain belakang yang pas. Sebagaimana yang diketahui, Niklas Sule saat ini masih belum fit 100 persen usai menderita cedera lutut yang membuatnya absen selama tiga bulan.

Di sisi lain, Jerome Boateng yang selama ini diandalkan mengisi pos yang ditinggal Niklas Sule harus absen karena akumulasi kartu sama seperti Benjamin Pavard. Besar kemungkinan, Hansi Flick akan menarik David Alaba dan Lucas Hernandez untuk menjadi duet dadakan di sektor pertahanan.

Namun masalahnya, kedua pemain ini berkaki kidal. Adapun alternatif lainnya adalah Hansi Flick menurunkan Joshua Kimmich yang posisi aslinya adalah gelandang bertahan sebagai centre-back di laga besok. Kendati begitu, apapun komposisi yang bakal diturunkan Hansi Flick, Bayern akan mendapat ujian berat dari Paderborn.

Meski Paderborn berstatus juru kunci klasemen saat ini, namun mereka cukup produktif dalam menghasilkan gol. Pada musim ini, skuat besutan Steffen Baumgart tersebut tercatat sudah membobol gawang lawan sebanyak 27 kali.

Hebatnya lagi, Paderborn tidak mengandalkan satu nama dalam urusan mencetak gol. Dari lima laga terakhirnya di ajang Liga Jerman, tercatat ada enam nama yang bisa membuat gol dari total tujuh gol yang tercipta.

Paderborn juga cukup produktif saat melakoni laga away dengan mampu melesakkan 11 gol dari 10 kali bermain di markas lawan musim.

Meskipun begitu, Paderborn sadar untuk bisa mencuri poin di markas Bayern bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi dari statistik yang ada, mereka tak sekalipun bisa menang atas Die Roten dari lima pertemuan terakhir kedua tim, dimana kesemuanya disapu bersih Bayern dengan kemenangan.

“Di pertandingan ini, Bayern tidak bisa memainkan Boateng dan Benjamin Pavard, tapi saya rasa mereka belum kehilangan kualitas permainannya. Kami harus bekerja keras dalam laga nanti karena Bayern juga bagus akhir-akhir ini.” ucap Steffen Baumgart.

Sederet Klub Top Ini Ternyata Pernah Ribut dengan Mino Raiola

Sederet pemain top dunia memang berada dalam naungan super agen, Mino Raiola. Dari Zlatan Ibrahimovic, Pual Pogba hingga De Ligt tercatat menjadi pemain yang diurusi  manajemen Raiola. 

Raiola sendiri sebagai agen tercatat sebagai sosok yang kontroversial. Terbaru, dia baru saja terlibat keributan dengan Manchester Uniited serta Ole Gunnar Solskjaer.

Bukan kali ini saja dia terlibat keributan dengan klub dimana pemain-pemainnya merumput. Berikut deratan klub yang pernah berseteru dengan Raiola.

AC Milan

Kontroversi Raiola dengan AC Milan terjadi saat kontrak Gianluigi Donnarumma mengalami kendala. Sang agen dituduh telah mempengaruhi sang pemain untuk terus mengulur waktu terkait kontrak baru.

“Pada akhirnya, agen yang menang. Saya yakin, di dalam hatinya, Gigio (panggilan Donnarumma) tak yakin dengan keputusan ini,” kata Manajer Umum AC Milan, Marco Fassone, kepada Gazzetta dello Sport.

Barcelona

Raiola menjadi jembatan atas kepindahan Ibrahimovic ke Barcelona pada 2009. Namun Raiola sekaligus menjadi pihak paling vokal ketika Ibra terpinggirkan. Tak hanya menyerang Pep Guardiola, ia juga mengkritik keras legenda Barcelona, Johan Cruyff.

“Johan Cruyff bisa pergi ke neraka. Dia bukan siapa-siapa. Dia sudah tua dan tak punya keberanian meneruskan karier manajemennya, karena tahu bagaimana melatih klub modern. 

“Saya rasa Cruyff seharusnya berada di rumah sakit jiwa dengan Guardiola, sehingga mereka bisa duduk tenang dan bermain kartu bersama. Mereka akan membuat Barcelona untung,” kata Raiola kepada harian Swedia, Expressen, pada 2010.

Real Madrid

Friksi antara Raiola dengan Real Madrid terjadi karena minimnya respon yang diberikan oleh Florentino Perez, sang presiden klub. Situasi ini membuat Raiola tak segan mengkritik habis Perez.

“Saya akan adu mulut dengan Real Madrid, jika diperlukan. Saya pernah bilang ke Florentino Perez bahwa dia memilih pemain seperti menggunakan sarung tangan. Jika dia tak menyukainya, dia akan mengambil sarung tangan lain. Dia tak menyukai kata-kata saya itu,” kata Raiola ke Voetbal Magazine pada 2020.

Napoli

Kisruh di Napoli terjadi saat isu kepindahan Marek Hamsik nyaring terdengar pada 2012. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis sekuat tenaga menghalau kepergian sang pemain yang diniainya terjadi lantaran  bujukan Raiola.

“Dia (Raiola) adalah rasa sakit di punggung, yang selama beberapa tahun berusaha membuat Hamsik ingin hengkang,” kata De Laurentiis.

Raiola yang tidak terima lantas membalas. Ia bahkan menyebut jika sang presiden klub merupakan pemimpin yang fasis.

“De Laurentiis mengancam para pemain bintangnya. Visinya sebagai pemimpin mirip seorang diktator. Dia punya mentalitas seperti Mussolini.

“Hamsik seorang juara yang hebat, tapi cepat atau lambat, jika dia ingin menjadi pemain top, dia harus pergi ke klub yang reguler bermain di Liga Champions,” kecam Raiola.

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola Melawan Ketidakadilan!

Pelatih Manchester City,  Josep Guardiola punya sikap tegas soal sanksi yang menerpa skuadnya. Dipastikan dia bakal melawan dan memberi kepercayaan penuh pada manajemen The Citizen.

Pria asal Spanyol tersebut menyatakan  sanksi dari UEFA yang diberikan tidaklah adil. Oleh karena itu klub akan melakukan banding dan menunggu hasilnya. 

“Ini belum selesai. Klub percaya bahwa hukuman ini tidak adil dan kami akan mengajukan banding dan menunggu. Jadi apa yang kami lakukan di lapangan adalah semua yang telah kami lakukan selama empat tahun belakangan ini dan mencoba untuk tetap meraih kemenangan.

“Saya percaya kepada klub 100 persen dan apa yang telah mereka lakukan. Mereka telah menjelaskan kepada saya soal alasannya dan kami akan melihat lagi nanti,” ujar Guardiola dikutip dari Goal International.Disanksi dua tahun tak bisa berlaga di kompetisi Eropa tak lantas membuat Guardiola kendor. Dia memastikan, City bakal tetap berjuang meraih posisi terbaik di setiap masa. “Kami sudah berbicara. Kami akan berjuang, seperti yang kami perjuangkan di setiap harinya, sampai akhir musim ini. Kami optimis, Musim depan, bila lolos, kami akan ikut Liga Champions,” tambah Guardiola.

Lebih lanjut, eks pelatih Barcelona itu memastikan komitmennya untuk The Citizen.  Tak peduli apapun yang terjadi, Guardiola akan terus menukangi klub yang berkandang di Etihad Stadium tersebut.

“Pertama karena saya memang ingin bertahan, itu adalah hal yang spesial, melebihi kontrak yang saya punya. Saya ingin bertahan untuk membantu klub dan mempertahankan level ini selama mungkin. 

“Saya sudah mengatakan beberapa bulan yang lalu, saya cinta klub ini, saya ingin berada di sini. Tiga bulan ke depan kami akan fokus terhadap apa yang harus kami buat dan setelahnya kami akan lihat nanti. Secara personal, saya akan berada di sini,” tutupnya.