Dampak Virus Corona, Perempatfinal dan Semifinal Liga Champions Digelar Satu Leg

Dampak Virus Corona, Perempatfinal dan Semifinal Liga Champions Digelar Satu Leg

Federasi sepakbola Eropa, UEFA diberitakan mulai mencari sejumlah format alternatif untuk penyelenggaraan Liga Champions dan Liga Europa. UEFA dilaporkan bakal merubah format kompetisi sedari babak perempatfinal.

UEFA dikabarkan bakal menggelar rapat darurat pada hari Selasa (17/3/2020) waktu setempat. Dalam rapat ini, UEFA akan mengundang seluruh anggota mereka guna membahas dampak virus Corona yang membuat sejumlah agenda pertandingan terganggu.

UEFA sendiri punya tiga gawe besar hingga musim panas ini. Ketiga ajang itu adalah Liga Champions, Liga Europa dan Piala Eropa 2020. Dilansir dari Mirror, salah satu agenda rapat tersebut adalah membahas soal format Liga Europa dan Liga Champions yang diklaim bakal diubah untuk babak perempatfinal dan semifinal.

Menurut laporan Mirror, UEFA mengusulkan agar babak perempatfinal dan semifinal digelar satu leg saja. Hal ini dikarenakan turnamen-turnamen di Eropa akan dilanjutkan pada awal April mendatang.

Jika menggunakan format lama, yakni dua leg, maka waktunya terlalu mepet, mengingat banyak pemain yang kontraknya berakhir 30 Juni 2020. Namun untuk penyelenggaraan leg kedua babak 16 besar tetap bakal dilangsungkan seperti biasa.

Kemudian, dalam pertemuan nanti, UEFA juga diberitakan besar kemungkinan akan menunda penyelenggaraan Euro 2020. Sedianya turnamen tersebut bakal dilangsungkan pada tahun 2021, dengan harapan pandemi Corona sudah berakhir.

Masih Mandul, Karim Benzema Malah Salahkan Zidane

Karim Benzema sedang mendapat ‘cobaan’ karena dianggap mulai mandul. Padahal, penyerang Real Madrid ini sempat sangat tajam di paruh pertama musim 2019/2020 ini.

Karim Benzema memang menjadi fenomena tersendiri ketika Cristiano Ronaldo memutuskan hengkang ke Juventus pada awal musim panas 2018 lalu. Berdasarkan catatan Opta, Benzema terlihat bisa mengambil peran Ronaldo yang sedari 2009 hingga 2018 menjadi mesin gol utama Los Blancos.

Benzema yang telah membuat 17 gol di semua kompetisi musim 2019/2020 ini, jika ditotal sedari musim kemarin, Benzema total telah melesakkan 47 gol. Pada periode yang sama, tercatat hanya ada tiga pemain yang mampu membuat gol lebih banyak dari Benzema, yakni Robert Lewandowski, Lionel Messi dan Kylian Mbappe.

Namun, sejak memasuki pergantian tahun 2020, ketajaman bomber 32 tahun itu menurun. Pasalnya, Benzema baru bisa mencetak dua gol dalam 40 hari terakhir. Dilansir dari Marca, merosotnya torehan gol Benzema ini ditengarai karena perubahan taktik yang diterapkan pelatih Zinedine Zidane.

Sebagaimana yang diketahui, dalam beberapa laga terakhir Madrid, Zidane cenderung memilih salah satu dari Luka Modric atau Toni Kroos untuk dimainkan dalam satu pertandingan. Hal tersebut membuat Benzema minim suplai umpan-umpan matang di area kotak penalti.

Alhasil, Benzema terlihat lebih sering mundur ke belakang, menjemput bola dari para gelandang. Pada laga kontra Real Betis akhir pekan kemarin, Benzema sampai beberapa kali mundur melewati garis tengah lapangan dan salah satunya berujung pada blunder dan membuat Madrid kebobolan kedua kalinya di laga itu.

Berbeda jika Modric dan Kroos dimainkan bersamaan, Benzema begitu dimanjakan dengan operan-operan matang kedua gelandang tersebut. Berdasarkan catatan Marca, musim lalu Modric memanjakan Benzema dengan 152 umpan, sementara musim ini merosot jadi 63 umpan saja.

Di sisi lain, Kross yang musim lalu selalu mengirim umpan ke Benzema sebanyak 131 operan, musim ini juga menurun jauh menjadi 70 umpan saja. Faktor lainnya lagi adalah seringnya Marcelo dicadangkan. Bek asal Brasil ini juga termasuk sosok kreator terciptanya gol-gol Benzema.

Pada musim 2018/2019 kemarin, Marcelo bisa melepaskan 131 umpan ke area kotak penalti, namun pada musim ini, Marcelo sudah melewatkan 12 pertandingan Madrid di semua kompetisi karena kalah bersaing dengan Ferland Mendy di pos bek kiri El Real.

Satu Sumbangan Gol Neymar Bawa Paris Saint-Germain Melaju ke Perempatfinal Liga Champions

Paris Saint-Germain memastikan diri lolos ke babak perempatfinal Liga Champions. Hal itu terjadi setelah pasukan Thomas Tuchel menaklukkan Borussia Dortmund dengan skor 2-0 dan punya keunggulan agregat 3-2. Satu gol dari Neymar membuat PSG masuk ke babak selanjutnya.

PSG menjamu Borussia Dortmund di Parc des Princes pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dinihari WIB. Kedudukan agregat awal adalah 2-1 untuk keunggulan tim tamu usai memenangi leg pertama.

PSG pun langsung coba menekan Dortmund saat laga dimulai, namun Die Borussen yang bisa menciptakan peluang bersih pertama di pertandingan ini. Adalah Achraf Hakimi yang mengirim bola mendatar ke depan gawang PSG tapi gagal dijangkau Haaland. Bola lalu diteruskan Raphael Guerreiro dengan crossing tapi penyelesaian Jadon Sancho masih kurang sempurna.

Pada menit ke-28, kebuntuan akhirnya terpecah. Pemain termahal dunia, Neymar mencetak gol untuk membuka keunggulan PSG atas tim tamu. Berawal dari sepak pojok Angel Di Maria, bola yang melengkung lalu disambar Neymar dengan sundulan yang tidak mampu dihadang Roman Burki, kiper Dortmund.

Tertinggal, Dortmund kembali gendar melakukan serangan-serangan. Kerjasama satu-dua Sancho dengan Guirreiro dari sayap kiri diakhiri dengan sepakan dari sudut sempit tapi masih bisa diredam Keylor Navas.

Sebelum turun minum, PSG kembali bisa memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 dan merubah kedudukan jadi agregat 3-2. Skema serangan balik yang dituntaskan Pablo Sarabia dengan sebuah umpan silang berhasil diselesaikan oleh Juan Bernat dengan sontekan dari jarak dekat.

Babak Kedua

Di paruh kedua pertandingan, Dortmund coba bermain lebih terbuka untuk bisa mencetak gol tandang. Namun mereka justru harus bermain dengan 10 orang setelah Emre Can diganjar kartu merah di menit-menit akhir pertandingan.

PSG pun sukses melaju ke perempatfinal Liga Champions tuk pertama kalinya setelah tiga musim beruntun kerap tersingkir sedari babak 16 besar. Sementara Dortmund, lagi-lagi mereka harus tersisih di fase yang sama untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Dana Selangit Disiapkan Premier League, Wolves untuk Bintang Real Madrid

Kontestan Premier League, Wolverhampton Wanderers siap mengeluarkan dana tak kurang dari 80 Juta Euro atau setara dengan Rp 1,3 Triliun guna membawa James Rodriguez ke Molineux Stadium pada bursa transfer musim panas mendatang.

James sejatinya diangkut Real Madrid pasca performa impresifnya di Piala Dunia 2014 bersama Kolombia. Namun, pasca gabung Madrid, James sekaan sulit membuktikan diri jika dirinya layak memperkuat Los Merengues di berbagai ajang. Bahkan dua musim terakhir, namanya harus rela dipinjaman ke Bayern Munich guna mendapatkan waktu bermain.

Pemain asal Kolombia memang jarang mendapatkan menit bermain di Real Madrid pada musim 2019/20. Sejauh ini, sang pemain baru mengemas 13 laga di berbagai kompetisi dan mencetak satu gol serta dua assist. ia bahkan lebih sering berada di bangku cadangan.

Menilik laporan the Sun, Wolves, yang memiliki koneksi dengan Jorge Mendes tengah mencoba menegoisasikan harga sang pemain. Mendes merupakan pemilik agensi Gestifute, yang juga menaungi James dan beberapa klien kakap macam Bernardo Silva dan Cristiano Ronaldo. Namun andai harga sang pemain tak bisa digoyang, Wolves siap menyisipkan Raul Jimenez dalam kesepakatan transfer.

Kedatangan James digadang bakal memberi perbubahan bagi klub guna bertarung di zona Eropa. Sejauh ini, Wolves tengah berada di posisi enam dan bukan tak mungkin mereka bisa mengamankan kans untuk berlaga di Liga Champions musim depan.

Meski Kartu Merah, Thomas Tuchel Berikan Pujian kepada Neymar

Thomas Tuchel selaku pelatih kepala Paris Saint-Germain memberikan komentar terkait penampilan Neymar pada beberapa pertandingan terakhir ini.

Tuchel menjelaskan bahwa Neymar telah menunjukkan performa terbaiknya meskipun diganjar kartu merah pada pertandingan melawan Lyon.

“Neymar telah melakukan yang terbaik. Dia memiliki mental yang sangat kuat, dia masih berbahaya seperti pertandingan sebelumnya. Baginya, hal terpenting adalah ia bermain, ”kata mantan bos Dortmund itu kepada media.

Pelatih PSG itu pun mengakui bahwa keberadaan Neymar di skuad mereka sangat membantu tim dalam menjalani pertandingan.

“Dia pemain yang sangat membantu kami melakukan pertandingan luar biasa, dengan hasil luar biasa juga. Dia harus bermain, dan ada baiknya dia bisa bermain 90 menit,” jelas Tuchel.

Tuchel menambahkan Neymar butuh rekan untuk memberikan bola kepadanya agar lebih mudah untuk mencetak gol. Kemampuannya pun meningkat usai Tuchel menambah jam terbangnya kepada Neymar.

“Dia telah bermain baik sebelum pertandingan melawan Dortmund melawan Strasbourg. Dia membutuhkan rekan untuk membantu mencetak gol. Dia memiliki kemampuan untuk bermain lebih banyak lagi. Saat dia diberi banyak menit bermain, dia sangat kuat,” tuturnya.

Penurunan! Satu Poin Kini Sudah Puaskan Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer mengatakan dirinya sudah puas dengan hasil imbang yang didapat Manchester United saat menyambangi Everton di Goodison Park, Minggu (1/3/2020).

Blunder fatal David de Gea membuahkan gol bagi Everton. Beruntung gol Bruno Fernandes dan anulir VAR untuk gol lawan di penghujung laga memuat MU masih bisa pulang membawa satu poin.

Solskjaer kemudian mengatakan jika laga tersebut dibagi dalam dua babak. MU unggul di babak pertama sedang Everton menguasai laga di babak kedua. 

“Anda bisa menyebut ini sebagai pertandingan dalam dua babak. Di babak pertama kami bermain luar biasa setelah awal pertandingan yang sangat aneh. Anda seharusnya tidak tertinggal 0-1 setelah kejadian seperti itu [blunder De Gea],” ujar Solskjaer di Manutd.com.

“Namun, itu terjadi, dan reaksi kami luar biasa. Saya kira kami telah memainkan sepak bola fantastis dan ketika memasuki paruh waktu, seharusnya kami bisa unggul.”

Poin utama yang ditekankan oleh Solskjaer adalah hasil imbang ini merupakan hasil yang pantas diraih oleh kedua tim. 

“Di babak kedua, Everton mengeluarkan segalanya untuk menyerang kami tetapi kami tetap saja bisa selangkah di depan dengan satu kesempatan sebelum kesempatan mereka,” sambung Solskjaer.

“Kami bertahan dengan sangat baik di babak kedua, menahan serangan-serangan mereka di kotak penalti. Jadi, saya sudah puas dengan satu poin,” tutupnya.

Pernyataan Solskjaer seperti menurunkan standar Manchester United. Bandingkan dengan Sir Alex Ferguson yang tidak bisa menerima hasil imbang sekali pun melawan tim besar atau protes Carlo Ancelotti yang menuntut timnya menang hingga ia mendapat kartu merah.

Dielu-elukan Fans Napoli, Diego Maradona: Lionel Messi Tak Bisa Jadi Legenda Di San Paolo

Diego Maradona mengomentari Lionel Messi yang begitu diagung-agungkan kedatangannya di kota Naples, Italia saat laga Napoli vs Barcelona. Legenda hidup Argentina itu menganggap Messi tak akan mungkin bisa meniru dirinya sukses berkarier di Italia.

Messi bersama Barcelona tuk kali pertama datang ke San Paolo, markas Napoli untuk melakoni laga leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (26/2/2020). Sayang, di laga tersebut, Barca harus puas dengan hasil imbang 1-1, dimana Messi tak mampu mencetak gol dan mengkreasikan assist.

Meski demikian, datang ke kota Naples, Messi langsung disama-samakan dengan legenda sepakbola di kota tersebut, yakni Diego Maradona. La Pulga disebut titisan sang legenda.

Maradona pun angkat suara terkait hal itu. Seperti biasa, ia langsung nyinyir dan mengatakan bahwa Messi sampai kapanpun tidak akan bisa menyamai apa yang sudah ia lakukan di Napoli dan liga Italia.

“Messi datang ke San Paolo dengan kondisi kemunduran. Messi belum layak disamakan dengan saya karena ia belum menjalani kehidupan seperti saya di Napoli. Leo mungkin saja akan bermain luar biasa di Naples, tapi dia tidak akan bisa menyamai apa yang sudah lakukan. Mari perjelas soal itu.” sesumbar Maradona seperti dilansir dari AS.

“Saya tidak masalah orang-orang di Naples memiliki Messi, tapi San Paolo masih milik Diego.” tegasnya.Sebagai informasi, Maradona berseragam Napoli dari 1984 hingga 1991 pasca hengkang dari Barcelona. Semasa berkostum Il Partenopei, Maradona mampu mempersembahkan dua gelar juara Serie A Italia, Piala Super Italia, Coppa Italia dan Piala UEFA. Total, si pemilik gol ‘Tangan Tuhan’ tersebut membukukan 259 penampilan dengan sumbangan 115 gol.

Ini Alasan Persita Tangerang Pilih Maskot Tim promosi Liga 1 2020 Ayam Wareng

Liga Indonesia – Tim promosi Liga 1 2020, Persita Tangerang baru saja merilis jersey terbaru mereka untuk musim debut mereka di kompetisi teratas sepakbola Indonesia. Di sesi perkenalan jersey baru ini, tim Pendekar Cisadane sekaligus memperkenalkan maskot baru mereka, Ayam Wareng.

Maskot baru ini sekaligus akan menggantikan maskot lama, Mat Peci. Menurut Presiden klub, Ahmed Rully Zulfikar, pemilihan Ayam Wareng sebagai maskot baru tim adalah sebagai upaya manajemen untuk menjadikan Persita sebagai klub yang kian profesional.

“Sejarah tidak akan bisa kami tinggalkan. Tapi kami mau menatap ke masa depan. Persita adalah klub profesional.” ucap Ahmed yang merupakan adik kandung dari Bupati Tangerang seperti dilansir dari redaksi24.

Sebagai informasi, Ayam Wareng sendiri merupakan ikon kabupaten Tangerang sejak tiga tahun lalu. Ayam Wareng adalah ayam yang berbadan pendek (kate), berbulu hitam pekat dan saat ini keberadaannya sudah sangat langka.

Kembali ke Persita, sejak berdiri tahun 1953, baru pada Liga 1 2020, Persita diketahui melakukan perubahan logo. Logo baru tersebut sudah diperlihatkan di sesi Launching Persita yang digelar Rabu (26/2/2020) malam WIB.

Keberhasilan mereka menjadi runner-up Liga 2 sekaligus promosi ke Shopee Liga 1 2020 mendorong manajemen Pendekar Cisadane tuk menjadikan hal tersebut sebagai momentum perubahan

Olympique Lyon Jadi Tim Pertama yang Putus Tren Gol Ronaldo di Tahun 2020

Olympique Lyon berhasil menjadi tim yang memutus tren mencetak gol Cristiano Ronaldo di tahun 2020 ini. Karena kesigapan Lyon meredam pemain asal Portugal itu, Juventus pun dibuat keok dengan skor 1-0 pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2) di  Groupama Stadium.

Sebelum dimatikan oleh Lyon, Ronaldo terhitung sangat tajam sejak pergantian tahun ini. Dari 11 pertandingan yang Juventus lakoni di semua kompetisi, Ronaldo tak pernah absen mencetak gol, ia bahkan bisa melesakkan 13 gol dan memecahkan rekor legenda Fiorentina, Gabriel Batistuta setelah mampu membuat gol di 9 laga beruntun di serie A Italia.

Menghadapi skuad besutan Rudi Garcia, Ronaldo yang bermain sebagai winger kiri tampil dibawah rata-rata. Sepanjang 90 menit berada di atas lapangan, pesepakbola 35 tahun itu hanya bisa melepaskan 4 tembakan tanpa ada satupun yang on target. Ia juga hanya sekali memenangkan duel dan tercatat hanya 52 kali bisa melakukan sentuhan bola.

Karena buruknya penampilannya di laga kontra Lyon, situs pemeringkat Whoscored sampai memberikan Ronaldo rating 6, terendah bersama dua pemain Juventus lainnya, yakni Wojciech Szczęsny dan Federico Bernardeschi.

Lyon sendiri kini memiliki peluang lolos ke babak perempatfinal jika mampu bermain imbang tanpa gol di leg kedua yang bakal dilangsungkan di Allianz Stadium, 18 Maret 2020 mendatang. Lyon juga masih bisa lolos jika hanya kalah 2-1  karena memiliki keunggulan agresivitas gol tandang.

Eks Arsenal, Thierry Henry: Lelah Lihat Liverpool di Liga Inggris

Eks Arsenal, Thierry Henry mengenal betul intensitas tinggi yang kerap ditampilkan di Premier League. Meski demikian, dia masih merasa lelah setiap menyaksikan Liverpool bermain.

Musim ini Liverpool berada di puncak klasemen dengan selisih poin yang fantastis. Hingga pekan 27, Liverpool sudah mengemas 79 poin dan membentangkan 22 poin dari Manchester City di peringkat kedua.

Banyak pihak kemudian menilai jika persaingan di Premier League telah mengalami penurunan. Namun Henry membantah hal itu. Ia menyebut persaingan ketat masih terjadi bahkan ia selalu kelelahan saat melihat Liverpool beraksi di lapangan.

“Intensitasnya dan ritme yang anda rasakan di Premier League, rasanya sangat tinggi.

“Anda lihat, saat anda menyaksikan Liverpool, bahkan hanya dengan menyaksikan mereka bermain, anda merasa lelah. Mereka bergerak dengan sangat cepat,” Henry seperti dikutip dari Metro.Tidak hanya Liverpool, Henry menyebut jika intensitas tinggi juga diperlihatkan oleh Manchester City. Tekanan besar membuat mereka harus bekerja keras di setiap pertandingan.

“Saat Anda ke Manchester City, sebelum anda melihat mereka bermain, sudah ada tekanan terhadap Anda.

“Jika anda mengontrol bola, akan ada tiga pemain yang siap mengelilingi Anda. Intensitas Premier League sangat besar sekali,” pungkasnya