Belum Mau Teken Kontrak Baru, Marc-Andre Ter Stegen Berikan Kalimat Berkelas!

Belum Mau Teken Kontrak Baru, Marc-Andre Ter Stegen Berikan Kalimat Berkelas!

Kontrak Marc-Andre Ter Stegen hanya tersisa 2,5 tahun lagi. Meski demikian, Ter Stegen merasa tak perlu buru-buru untuk membicarakan soal perpanjangan kontrak.

Ter Stegen punya kontrak di Barcelona hingga 20 Juni 2022 mendatang. Football Espana melaporkan bahwa manajemen tim Catalan sejatinya sudah sedari awal tahun 2020 kemarin berniat membuka ruang negosiasi untuk kontrak baru kiper asal Jerman tersebut.

Blaugrana bahkan sudah angkat bicara soal pentingnya mereka segera menyelesaikan perpanjangan kontrak Ter Stegen. Pasalnya, kiper berusia 27 tahun itu diketahui sedang diincar oleh tiga klub raksasa Eropa semacam Juventus, Paris Saint Germain dan Bayern Munchen.Barcelona tentu tidak mau melepas kiper utamanya itu dalam waktu dekat. Rencananya, manajemen Los Azulgrana bakal menyodorkan kontrak baru kepada Ter Stegen hingga 2025 mendatang plus kenaikan gaji yang signifikan.

Walau demikian, Ter Stegen mengakui dirinya tetap rileks dan merasa tak dikejar waktu soal perpanjangan kontrak. Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan soal kontrak baru karena ia ingin fokus terhadap targetnya di Barcelona musim 2019/2020 ini.

“Kontrak saya di Barcelona saat ini menyisakan dua tahun lagi. Saya dan keluarga sejauh ini merasa senang tinggal disini. Kami merasa seperti berada di rumah sendiri.” ungkap Ter Stegen dilansir dari Marca.

“Saya pribadi ingin melanjutkan kerjasama dengan Barcelona, dan saat ini sudah ada pembahasan soal pembaharuan kontrak, tapi saya tidak mau buru-buru untuk melakukannya, sebab saya ingin fokus terhadap tugas saya musim ini.” tegasnya.

“Pekan ini kami akan menghadapi pekan krusial dan kami ingin meraih kemenangan. Saya akan menyerahkan masalah kontrak ini ke agen, dia adalah sosok yang berdedikasi untuk hal seperti ini. Dan ia akan memberikan semua informasi yang saya butuhkan.” tutup Ter Stegen.

pekan ke-23 Bundesliga Jerman, Bayern Munchen vs Paderborn

Lini belakang Bayern Munchen akan mendapatkan ujian berat saat menjamu Paderborn di Allianz Arena, Sabtu (22/2/2020) dinihari WIB dalam lanjutan pekan ke-23 Bundesliga Jerman.

Absennya para pilar Die Roten di sektor pertahanan memaksa pelatih Hans-Dieter Flick berpikir keras untuk menentukan komposisi pemain belakang yang pas. Sebagaimana yang diketahui, Niklas Sule saat ini masih belum fit 100 persen usai menderita cedera lutut yang membuatnya absen selama tiga bulan.

Di sisi lain, Jerome Boateng yang selama ini diandalkan mengisi pos yang ditinggal Niklas Sule harus absen karena akumulasi kartu sama seperti Benjamin Pavard. Besar kemungkinan, Hansi Flick akan menarik David Alaba dan Lucas Hernandez untuk menjadi duet dadakan di sektor pertahanan.

Namun masalahnya, kedua pemain ini berkaki kidal. Adapun alternatif lainnya adalah Hansi Flick menurunkan Joshua Kimmich yang posisi aslinya adalah gelandang bertahan sebagai centre-back di laga besok. Kendati begitu, apapun komposisi yang bakal diturunkan Hansi Flick, Bayern akan mendapat ujian berat dari Paderborn.

Meski Paderborn berstatus juru kunci klasemen saat ini, namun mereka cukup produktif dalam menghasilkan gol. Pada musim ini, skuat besutan Steffen Baumgart tersebut tercatat sudah membobol gawang lawan sebanyak 27 kali.

Hebatnya lagi, Paderborn tidak mengandalkan satu nama dalam urusan mencetak gol. Dari lima laga terakhirnya di ajang Liga Jerman, tercatat ada enam nama yang bisa membuat gol dari total tujuh gol yang tercipta.

Paderborn juga cukup produktif saat melakoni laga away dengan mampu melesakkan 11 gol dari 10 kali bermain di markas lawan musim.

Meskipun begitu, Paderborn sadar untuk bisa mencuri poin di markas Bayern bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi dari statistik yang ada, mereka tak sekalipun bisa menang atas Die Roten dari lima pertemuan terakhir kedua tim, dimana kesemuanya disapu bersih Bayern dengan kemenangan.

“Di pertandingan ini, Bayern tidak bisa memainkan Boateng dan Benjamin Pavard, tapi saya rasa mereka belum kehilangan kualitas permainannya. Kami harus bekerja keras dalam laga nanti karena Bayern juga bagus akhir-akhir ini.” ucap Steffen Baumgart.

Sederet Klub Top Ini Ternyata Pernah Ribut dengan Mino Raiola

Sederet pemain top dunia memang berada dalam naungan super agen, Mino Raiola. Dari Zlatan Ibrahimovic, Pual Pogba hingga De Ligt tercatat menjadi pemain yang diurusi  manajemen Raiola. 

Raiola sendiri sebagai agen tercatat sebagai sosok yang kontroversial. Terbaru, dia baru saja terlibat keributan dengan Manchester Uniited serta Ole Gunnar Solskjaer.

Bukan kali ini saja dia terlibat keributan dengan klub dimana pemain-pemainnya merumput. Berikut deratan klub yang pernah berseteru dengan Raiola.

AC Milan

Kontroversi Raiola dengan AC Milan terjadi saat kontrak Gianluigi Donnarumma mengalami kendala. Sang agen dituduh telah mempengaruhi sang pemain untuk terus mengulur waktu terkait kontrak baru.

“Pada akhirnya, agen yang menang. Saya yakin, di dalam hatinya, Gigio (panggilan Donnarumma) tak yakin dengan keputusan ini,” kata Manajer Umum AC Milan, Marco Fassone, kepada Gazzetta dello Sport.

Barcelona

Raiola menjadi jembatan atas kepindahan Ibrahimovic ke Barcelona pada 2009. Namun Raiola sekaligus menjadi pihak paling vokal ketika Ibra terpinggirkan. Tak hanya menyerang Pep Guardiola, ia juga mengkritik keras legenda Barcelona, Johan Cruyff.

“Johan Cruyff bisa pergi ke neraka. Dia bukan siapa-siapa. Dia sudah tua dan tak punya keberanian meneruskan karier manajemennya, karena tahu bagaimana melatih klub modern. 

“Saya rasa Cruyff seharusnya berada di rumah sakit jiwa dengan Guardiola, sehingga mereka bisa duduk tenang dan bermain kartu bersama. Mereka akan membuat Barcelona untung,” kata Raiola kepada harian Swedia, Expressen, pada 2010.

Real Madrid

Friksi antara Raiola dengan Real Madrid terjadi karena minimnya respon yang diberikan oleh Florentino Perez, sang presiden klub. Situasi ini membuat Raiola tak segan mengkritik habis Perez.

“Saya akan adu mulut dengan Real Madrid, jika diperlukan. Saya pernah bilang ke Florentino Perez bahwa dia memilih pemain seperti menggunakan sarung tangan. Jika dia tak menyukainya, dia akan mengambil sarung tangan lain. Dia tak menyukai kata-kata saya itu,” kata Raiola ke Voetbal Magazine pada 2020.

Napoli

Kisruh di Napoli terjadi saat isu kepindahan Marek Hamsik nyaring terdengar pada 2012. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis sekuat tenaga menghalau kepergian sang pemain yang diniainya terjadi lantaran  bujukan Raiola.

“Dia (Raiola) adalah rasa sakit di punggung, yang selama beberapa tahun berusaha membuat Hamsik ingin hengkang,” kata De Laurentiis.

Raiola yang tidak terima lantas membalas. Ia bahkan menyebut jika sang presiden klub merupakan pemimpin yang fasis.

“De Laurentiis mengancam para pemain bintangnya. Visinya sebagai pemimpin mirip seorang diktator. Dia punya mentalitas seperti Mussolini.

“Hamsik seorang juara yang hebat, tapi cepat atau lambat, jika dia ingin menjadi pemain top, dia harus pergi ke klub yang reguler bermain di Liga Champions,” kecam Raiola.

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola Melawan Ketidakadilan!

Pelatih Manchester City,  Josep Guardiola punya sikap tegas soal sanksi yang menerpa skuadnya. Dipastikan dia bakal melawan dan memberi kepercayaan penuh pada manajemen The Citizen.

Pria asal Spanyol tersebut menyatakan  sanksi dari UEFA yang diberikan tidaklah adil. Oleh karena itu klub akan melakukan banding dan menunggu hasilnya. 

“Ini belum selesai. Klub percaya bahwa hukuman ini tidak adil dan kami akan mengajukan banding dan menunggu. Jadi apa yang kami lakukan di lapangan adalah semua yang telah kami lakukan selama empat tahun belakangan ini dan mencoba untuk tetap meraih kemenangan.

“Saya percaya kepada klub 100 persen dan apa yang telah mereka lakukan. Mereka telah menjelaskan kepada saya soal alasannya dan kami akan melihat lagi nanti,” ujar Guardiola dikutip dari Goal International.Disanksi dua tahun tak bisa berlaga di kompetisi Eropa tak lantas membuat Guardiola kendor. Dia memastikan, City bakal tetap berjuang meraih posisi terbaik di setiap masa. “Kami sudah berbicara. Kami akan berjuang, seperti yang kami perjuangkan di setiap harinya, sampai akhir musim ini. Kami optimis, Musim depan, bila lolos, kami akan ikut Liga Champions,” tambah Guardiola.

Lebih lanjut, eks pelatih Barcelona itu memastikan komitmennya untuk The Citizen.  Tak peduli apapun yang terjadi, Guardiola akan terus menukangi klub yang berkandang di Etihad Stadium tersebut.

“Pertama karena saya memang ingin bertahan, itu adalah hal yang spesial, melebihi kontrak yang saya punya. Saya ingin bertahan untuk membantu klub dan mempertahankan level ini selama mungkin. 

“Saya sudah mengatakan beberapa bulan yang lalu, saya cinta klub ini, saya ingin berada di sini. Tiga bulan ke depan kami akan fokus terhadap apa yang harus kami buat dan setelahnya kami akan lihat nanti. Secara personal, saya akan berada di sini,” tutupnya.